Pasar chlor-alkali Indonesia mengalami kontraksi pada tahun 2021. Data industri menunjukkan pertumbuhan pasar chlor-alkali Indonesia mencapai minus 0,5 persen, tertekan oleh gangguan rantai pasok global yang membatasi produksi. Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan menyebabkan keterlambatan impor bahan baku dan gangguan logistik, berdampak langsung pada operasional pabrik-pabrik kimia domestik.
Caustic soda flakes merupakan produk utama industri chlor-alkali yang digunakan secara luas di sektor pengolahan kelapa sawit, pembuatan sabun dan deterjen, serta pulp dan kertas. Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia memiliki kebutuhan caustic soda yang substansial untuk proses pemurnian minyak sawit. Ketika rantai pasok global terganggu, ketersediaan caustic soda flakes di pasar domestik menjadi terbatas, memaksa banyak industri hilir mengatur ulang jadwal produksi dan mencari sumber alternatif.
Pembatasan mobilitas dan kebijakan lockdown di berbagai negara penghasil bahan baku kimia memperpanjang waktu tunggu impor. Harga logistik global yang melonjak pada 2021 semakin membebani biaya produksi pabrik chlor-alkali domestik. Ketidakpastian pasokan caustic soda flakes juga mengakibatkan kenaikan harga spot di pasar dalam negeri, memberikan tekanan tambahan pada industri hilir yang sudah kesulitan akibat pandemi. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan Indonesia pada pasokan caustic soda flakes dari luar negeri, padahal permintaan dari sektor kelapa sawit dan pengolahan makanan tetap tinggi sepanjang tahun 2021.
Tantangan rantai pasok pada 2021 menjadi pembelajaran penting mengenai perlunya diversifikasi sumber pasokan bahan kimia industri.
Membutuhkan pasokan caustic soda flakes atau bahan kimia industri berkandungan murni? Silakan isi Formulir Pertanyaan di bagian bawah halaman ini, atau hubungi tim penjualan kami secara langsung melalui WhatsApp & media sosial yang tertera pada bilah sisi (sidebar).