Sodium bikarbonat kelas pakan, sebagai aditif pakan khusus di bidang nutrisi hewan, dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh pertumbuhan industri peternakan global, peningkatan kualitas di industri pakan, serta meningkatnya permintaan akan manajemen kesehatan hewan.
Di Asia Tenggara, perluasan peternakan komersial, meningkatnya konsumsi protein hewani, dan meningkatnya investasi dalam produksi pakan modern menciptakan permintaan yang stabil akan aditif pakan berkualitas tinggi. Posisi produk ini sebagai bahan pakan membuat kemurnian produk, kriteria keamanan, konsistensi batch, dan sistem mutu pemasok menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi pembeli komersial.
Bagi produsen pakan global, prioritas pengadaan telah bergeser secara bertahap dari penekanan semata-mata pada harga menjadi fokus pada pasokan yang stabil, konsistensi produk, dan keandalan rantai pasokan.
Menurut proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), permintaan daging global akan terus tumbuh hingga tahun 2050. Khususnya, kawasan dengan pertumbuhan populasi yang pesat, seperti Asia, Timur Tengah, dan Afrika, akan terus mendorong perluasan industri peternakan akibat meningkatnya konsumsi protein hewani.
Berdasarkan data dari Survei Pakan Global Alltech, Asia tetap menjadi kawasan penghasil pakan terbesar di dunia, dengan Tiongkok, India, dan negara-negara Asia Tenggara yang terus mendorong pertumbuhan industri pakan di kawasan tersebut. Secara khusus, permintaan akan aditif pakan mineral di sektor unggas terus meningkat, didorong oleh meningkatnya konsumsi ayam, perluasan operasi peternakan komersial, serta peningkatan kualitas di industri pakan.
Pada saat yang sama, investasi di industri pakan di Asia Tenggara terus meningkat. Negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand sedang memperluas sistem peternakan modern mereka. Akibat fluktuasi harga yang signifikan pada bahan baku pakan utama, seperti jagung dan bungkil kedelai, perusahaan peternakan lokal semakin fokus pada penggunaan aditif nutrisi untuk meningkatkan efisiensi konversi pakan dan kesehatan hewan. Selain itu, Timur Tengah, yang memiliki sumber daya biji-bijian domestik yang terbatas, sangat bergantung pada daging dan bahan baku pakan impor, yang semakin meningkatkan permintaan akan aditif pakan berkualitas tinggi.
Tren-tren ini akan semakin mendorong pertumbuhan pasar aditif pakan berbasis mineral. Sodium bikarbonat kelas pakan terus digunakan secara luas dalam pakan unggas dan babi karena kemampuannya untuk menambah asupan natrium dan mengatur keseimbangan elektrolit.
Di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Vietnam, permintaan akan aditif pakan berkualitas tinggi terus meningkat seiring dengan meningkatnya proporsi budidaya perikanan komersial. Namun, industri kimia di beberapa negara Asia Tenggara sebagian besar terkonsentrasi pada pupuk, petrokimia, dan bahan kimia dasar. Kapasitas produksi natrium bikarbonat dalam negeri masih terbatas, sehingga sulit untuk sepenuhnya memenuhi permintaan yang tumbuh pesat dari industri pakan lokal. Akibatnya, produk impor memainkan peran penting di pasar.
Dengan rantai industri kimia garam yang komprehensif dan sistem ekspor yang matang, Tiongkok telah menjadi pemasok utama sodium bikarbonat kelas pakan ke Asia Tenggara. Keunggulannya terutama tercermin dalam bidang-bidang berikut:
Shandong Guowei Chemical Co., Ltd. adalah pemasok global bahan kimia industri yang berspesialisasi dalam soda kaustik serpihan, soda kaustik butiran, natrium bikarbonat, soda abu, natrium nitrit, kalsium klorida, dan garam industri.
Dengan komitmen yang kuat terhadap keandalan rantai pasokan, kualitas produk, dan layanan pelanggan internasional, kami menyediakan solusi bahan kimia bagi pelanggan di seluruh dunia di berbagai industri, termasuk nutrisi hewan, pengolahan air, pengolahan makanan, pembuatan kaca, dan aplikasi industri.
Untuk spesifikasi produk, harga grosir, atau permintaan penawaran harga, silakan isi formulir permintaan informasi kami. Tim penjualan profesional kami akan merespons dalam waktu 24 jam.